KOTAK PENCARIAN:

Minggu, 04 Desember 2011

Faktor-faktor Internal Yang Berhubungan dengan Kesulitan Belajar Mahasiswa

iklan1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara–cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Aktivitas belajar tersebut bersifat kompleks karena merupakan suatu proses yang dipengaruhi oleh banyak faktor dan meliputi berbagai aspek baik yang bersumber dari dalam diri maupun dari luar diri manusia (Hamalik,1990:21).
    Aktivitas belajar bagi setiap individu tidak selamanya berlangsung wajar, kadang dapat lancar, kadang – kadang tidak, kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang terasa sulit. Kenyataan ini sering dijumpai pada setiap mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Setiap individu tidaklah sama. Hal ini yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar dikalangan mahasiswa. Suatu kondisi proses belajar yang ditandai dengan adanya hambatan- hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar disebut dengan kesulitan belajar (Ahmadi dan Widodo, 1991:88).
Kesulitan belajar terdiri dari beberapa kategori. Menurut Soekamto dan Udin SW (1997:38), seorang mahasiswa tentu mempunyai IQ di atas rata-rata. Berdasar asumsi tersebut maka kesulitan belajar yang terjadi pada mahasiswa termasuk dalam "under achiever" yaitu prestasi rendah atau kurang. Mahasiswa tersebut memiliki IQ tinggi tetapi prestasi belajarnya rendah atau tidak dapat mencapai yang semestinya (berdasar tingkat kemampuannya). Sedangkan kelompok mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar tersebut disebut sebagai "lower group" yaitu kelompok yang mempunyai prestasi di bawah rata-rata (Makmun, 2000: 308).
    Dari berbagai sumber informasi dapat diketahui bahwa suatu kelompok siswa atau mahasiswa yang berdistribusi normal dapat diperkirakan adanya sejumlah kasus kesulitan belajar sekitar 10%- 25% dari keseluruhan populasi tersebut (Makmun, 2000 : 312).
Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan faktor intelegensi, tetapi dapat juga karena faktor non intelegensi. IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan dalam belajar (Ahmadi dan Widodo, 1991:74). Faktor-faktor kesulitan belajar dapat berasal dari dalam diri mahasiswa sendiri seperti motivasi yang kurang, kebiasaan belajar kurang efektif dan kecakapan mengikuti kuliah kurang. Faktor lain berasal dari sekolah, yaitu karena faktor guru, bahan bacaan, kurikulum, kondisi gedung dan alat pelajaran. Keluarga juga merupakan faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar, yaitu perhatian orangtua, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi. Faktor masyarakat seperti teman bergaul, aktivitas di masyarakat dan lingkungan tetangga juga mempengaruhi kesulitan belajar.
    Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi proses belajar yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Kesulitan belajar ini sering terjadi pada mahasiswa tetapi sering pula tidak disadari oleh mahasiswa. Hal ini dapat berakibat terjadinya kegagalan dalam menempuh studinya. Kegagalan yang terjadi berulangkali akan menimbulkan kejengkelan, kemarahan, kemalasan, kebosanan dan bahkan kebencian yang akhirnya mahasiswa tersebut terpaksa meninggalkan bangku kuliahnya dengan segala macam kerugian baik mental biaya atau seluruh hidupnya (Hamalik,1990:127).
Upaya memperbaiki cara belajar sangat diperlukan untuk menghindari kegagalan dalam belajar. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengenal sedini mungkin jenis kesulitan belajar dan mencari sumber penyebab utama dan penyerta yang menimbulkan kesulitan belajar (Ahmadi dan Widodo S, 1991:91).
    Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sudaryani (2002) dari 60 mahasiswa semester IV terdapat 24 (46%) mahasiswa dengan indeks prestasi di bawah rata-rata kelompok. Mahasiswa semester II dari 57 mahasiswa terdapat 29 (49%) mahasiswa dengan indeks prestasi di bawah rata-rata kelompok. Dengan demikian diperkirakan terdapat 46% mahasiswa semester IV dan 49% mahasiswa semester II yang mengalami kesulitan belajar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor kebiasaan belajar dan kecakapan mengikuti kuliah berpengaruh signifikan terhadap kesulitan belajar mahasiswa.
Berdasarkan hasil rekapitulasi nilai Praktek Klinik Kebidanan (PKK) I di STIKes YPIB .......... D III Kebidanan Semester IV Tingkat II tahun 2007-2009 terdapat 58 (100%) dengan nilai baik. Sementara pada tahun 2008-2009 terdapat 15 (14,56%) mahasiswa dari 103 mahasiswa dengan nilai PKK I di bawah rata-rata kelompok (73,68). Nilai tertinggi PKK I pada tahun 2008-2009 yaitu 80,5 sedangkan nilai terendahnya yaitu 60. Pengambilan nilai PKK I diperoleh dari nilai ujian praktek (50%), lahan praktek (20%), asuhan kebidanan (20%) dan absensi (10%). Dengan demikian diperkiraan masih terdapat 14,56% mahasiswa mengalami kesulitan belajar PKK I. 
Berdasarkan data hasil evaluasi belajar mahasiswa dan akibat yang dapat ditimbulkan, maka peneliti tertarik untuk meneliti “Faktor-faktor Internal yang Berhubungan dengan Kesulitan Belajar Mahasiswa dalam PKK I Semester IV Tingkat II di Program Studi D III Kebidanan YPIB .......... Tahun 2010”.

1.2    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka yang menjadi rumusan masalahnya adalah “Belum diketahuinya faktor-faktor internal yang berhubungan dengan kesulitan belajar mahasiswa dalam PKK I Semester IV Tingkat II di Program Studi D III Kebidanan YPIB .......... periode April-Juni Tahun 2010”.
Sehingga yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah “Faktor-faktor internal apakah yang berhubungan dengan kesulitan belajar mahasiswa dalam PKK I Semester IV Tingkat II di Program  Studi D III Kebidanan YPIB .......... periode April-Juni Tahun 2010?”

1.3    Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini tentang faktor-faktor internal yang berhubungan dengan kesulitan belajar mahasiswa dalam PKK I di Program Studi D III Kebidanan YPIB .......... Tahun 2010. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas (motivasi belajar, kebiasaan belajar dan kecakapan mengikuti kuliah) dan variabel terikat (kesulitan belajar mahasiswa dalam PKK I). Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Semester IV Tingkat II dengan jumlah 131 mahasiswa. Penelitian dilakukan di Program Studi D III Kebidanan YPIB .......... Tahun 2010 dan dilakukan bulan April-Juni 2010.

1.4        Tujuan Penelitian
1.4.1     Tujuan Umum
Untuk mengetahui faktor-faktor internal yang berhubungan dengan kesulitan belajar mahasiswa dalam PKK I Semester IV Tingkat II di Program Studi D III Kebidanan YPIB .......... periode April-Juni Tahun 2010.
1.4.2     Tujuan khusus
1.4.2.1     Diketahuinya gambaran kesulitan belajar mahasiswa dalam PKK I Semester IV di Program Studi D III Kebidanan YPIB .......... periode April-Juni Tahun 2010.
1.4.2.2     Diketahuinya gambaran motivasi belajar dalam PKK I Semester IV di Program Studi D III Kebidanan YPIB .......... periode April-Juni Tahun 2010.
1.4.2.3     Diketahuinya gambaran kebiasaan belajar dalam PKK I Semester IV di Program Studi D III Kebidanan YPIB .......... periode April-Juni Tahun 2010.
1.4.2.4     Diketahuinya gambaran kecakapan mengikuti kuliah dalam PKK I Semester IV di Program Studi D III Kebidanan YPIB .......... periode April-Juni Tahun 2010.
1.4.2.5     Diketahuinya hubungan antara motivasi belajar dengan kesulitan belajar mahasiswa dalam PKK I Semester IV Tingkat II di Program Studi D III Kebidanan YPIB .......... periode April-Juni Tahun 2010.
1.4.2.6     Diketahuinya hubungan antara kebiasaan belajar dengan kesulitan belajar mahasiswa dalam PKK I Semester IV Tingkat II di Program Studi D III Kebidanan YPIB .......... periode April-Juni Tahun 2010.
1.4.2.7     Diketahuinya hubungan antara kecakapan mengikuti kuliah dengan kesulitan belajar mahasiswa dalam PKK I Semester IV Tingkat II di Program Studi D III Kebidanan YPIB .......... periode April-Juni Tahun 2010.

1.5    Manfaat Penelitian
1.5.1     Bagi Institusi Pendidikan
Dapat bermanfaat sebagai referensi di perpustakaan dalam rangka menambah informasi dan wawasan khususnya tentang faktor-faktor internal yang berhubungan dengan kesulitan belajar mahasiswa dalam PKK I Semester IV Tingkat II di Program Studi D III Kebidanan.
1.5.2     Bagi Mahasiswa
Dapat memperoleh informasi mengenai kesulitan belajar mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat mencegah faktor-faktor yang dapat menimbulkan kegagalan belajar.
1.5.3    Bagi Peneliti
Dapat menambah wawasan pola pikir serta pengalaman dan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan kajian untuk penelitian selanjutnya.


Download KTI Skripsi Kebidanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran No.164

untuk melihat kelengkapan isi KTI Skripsi silahkan KLIK DISINI

Tidak ada komentar: